![]() |
| Russian ICBM |
Presiden
Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ide perlunya perjanjian internasinal untuk
mengontrol produksi berbagai senjata termasuk senjata nuklir dan rudal. Dia
menilai AS, Rusia, Cina dan sejumlah negara besar lain menghabiskan uang terlalu
banyak untuk memproduksi senjata pemusnah massal ini.
“Akan
lebih baik jika dana itu digunakan untuk kepentingan lain,” kata Trump seperti
dilansir Reuters beberapa waktu lalu.
Situs
armscontrol.org melansir jumlah hulu ledak nuklir, yang dipasang pada kepala
rudal balistik, mencapai sekitar 15 ribu buah pada 2018. Berikut beberapa poin
menarik soal senjata nuklir global saat ini:
1.
Dua Teratas --- Rusia dan AS
menempati urutan teratas sebagai negara pemilik senjata nuklir dengan
masing-masing 6.850 dan 6.550 hulu ledak. Dari jumlah itu, Rusia telah
menonaktifkan sebanyak 2.500 hulu ledak. Sedangkan AS telah menonaktifkan seanyak 2.550 hulu ledak.
2.
Negara Nuklir lain ---
Prancis, Cina, dan Inggris memiliki masing-masing 300, 280 dan 215 hulu ledak.
Pakistan, India, Israel dan Korea Utara, masing-masing, memiliki 145, 135, 80
dan 15 hulu ledak.
3. Teknologi --- Teknologi
senjata nuklir ini awalnya dikuasai oleh AS. Namun kemudian menyebar dengan cepat.
AS sempat menjatuhkan dua bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus
1945. Uni Soviet menggelar uji coba pertama bom nuklir 1949. Inggris
melakukannya pada 1952, dan Prancis pada 1960. Cina
mengikuti melakukan uji coba ini pada 1964.
4.
NPT ---
Pada 1964, AS dan sejumlah negara mencoba mencegah penyebaran teknologi nuklirini
dengan Nonproliferation Treaty. Ini diikuti dengan pelarangan
total uji coba senjata nuklir pada 1996 yang disebut Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty. Korea Utara
menarik diri dari NPT ini pada Januari 2003 dan melanjutkan uji coba bom
nuklir. Sedangkan India, Israel dan Pakistan tidak pernah menandatangani NPT.
Berita ini dikutip dari www.tempo.co.id

Komentar
Posting Komentar